Tika, ibu menjauhinya …
Dia adalah Tika Destia
Nindia. Dia dilahirkan di Tulang Bawang, Lampung Utara tanggal 14 Desember 20
tahun yang lalu. Sejak umur 4 tahun dia ditinggal pergi oleh ibunya. setiap
hari ia dirawat dan dibesar kan oleh alm. ayah nya. ayah nya hanya lah bekerja
sebagai seorang buruh di desa tempat mereka tinggal. Walaupun ayah nya lulusan
SPG, ayahnya tak lama berprofesi sebagai guru, karena menjadi pada saat itu
harus mengeluarkan uang yang lumayan besar. sejak saat itu ayah nya mengambil
keputusan menjadi seorang buruh di sebuah PT sawit di daaerah tempat desa
mereka. Ketika Tika berusia 8 tahun, ayah nya sudah mulai sakit parah. itu
terjadi karena beban kerja yg diluar
batas kewajaran . hari demi hari sampai 6 bulan ayah nya sakit, ibu nya tidak
pernah memberi kabar. hingga suatu hari saat Tika duduk dibangku kelas 1 SD dan
sudah kenaikan kelas Tika diberitahu bahwa
ayahnya sudah tiada. waktu itu dia belum mengerti apa itu KEMATIAN. dia hanya melihat ayahnya dibungkus
kain putih dan disebelahnya terdapat neneknya yg menangis dan sampai pingsan .
lalu ia ikut menangis dan dibawa kekamar sebelah dan saat itu ia diberi jeruk
oleh buleknya, seketika dia menangis yah namanya juga anak kecil dikasih jeruk
ya langsung diem.
Ternyata sebelum ayahnya meninggal beliau sudah
menyampaikan wasiat kepada nenenya , jagalah Tika dan jangan diberikan kepada
ibunya , jika nenek sudah tidak bisa membiayai pendidikanya lalu hantarkan lah
dia . setelah kejadian itu Tika tinggal bersama neneknya yg didesa dan otomatis
rumah tempat tinggalnya dulu sudah kosong dan banyak menyimpan kenangan bersama
ayahnya.
Neneknya adalah seorang
buruh sama seperti ayahnya dulu . sejak tinggal bersama neneknya, ia diajarkan
bagaimana mencuci piring, mencuci baju, masak dll . setelah lulus dari SD aku
lanjut kejenjang SMP. aku berangkat SMP pada siang hari dan pada pagi harinya
aku bekerja membantu nenek mengambil buah kelapa sawit yg sudh gugur ( brondol
). Dia bekerja dari pukul 8 hingga 12 sebenarnya bukan hal yang wajar seorang anak SMP membawa beban 1 karung sawit dan
dalam sehari bisa puluhan kandi yang dipikulnya , jika musim panen sawit justru
bertambah banyak beban yang dia pikul
tetapi semua itu bukan untuk siapa-siapa tetapi untuk dirinya sendiri dan biaya
sekolah . karena ibunya tidak peduli dengan padanya. jangan kan untuk biaya sekolah untuk makan sehari-hariku bersama neneknya saja
tidak diberi . setelah 3 tahun berlalu
tidak terasa dia sudah lulus SMP. Dia punya keinginan untuk melanjutkan SMA
tapi dia berfikir, apakah mungkin dia bisa
melanjutkan untuk makan saja pas –pasan , dia terus bekerja dan bekerja
sembari ada mukjizat yang datang padanya siapa tau ada orang yang baik dan mau membiayai pendidikan nya. Tapi
ya mustahil. saat temannya memakai seragam putih abu-abu dia lari kekamar dan
menangis tetapi buat apa dia menangis
seperti ini , untuk bisa bertahan hidup saja dia sudah bersyukur . terkadang rasa
malu itu pasti ada saat dia pulang dari
bekerja dengan pakaian yang kotor sambil membawa ember dan karung dia berjalan sangat jauh untuk sampai kerumah
di tengah jalan dia bertemu dengan temannya yang memakai seragam SMA . malu ya
ungkapan itulah yg ada dihatinya tetapi dia tetap tersenyum meskipun temannya
sudah mengetahui keadaan dirinya bagaimana . setiap malam yang dia lakukan
hanyalah menangis dan menangis hingga suatu ketika saudaranya menelphone ku .
Beliau mengajak
nya untuk kerja yang tak jauh dari rumahnya dan anda tahu pekerjaan apa itu ??
dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga . dia berpikir dengan gaji yang
lumayan bisa dia kumpulkan untuk
melanjutkan sekolah di tahun berikutnya
dengan berat hati dia meninggalkan neneknya dirumah . tega tidak tega
harus dia lakukan demi masa depannya agar bisa sama seperti yg lain . 1 tahun
sudah dia bekerja menjadi pembantu rumah tangga. Dia pun pulang dan memberikan uang untuk nenek nya
. 1 minggu kemudian nomor tak dikenal
masuk di telepon genggam nya ketika dia
angkat ternyata ibunya . ibunya menawarkan Tika untuk sekolah dibangku SMA tetapi dengan syarat dia tidak boleh tinggal bersama keluarga dari ayahnya, tetapi
tinggal bersama keluarga ibunya. Awalnya Tika tidak mau karena ia tidak mau
meninggalkan neneknya . tetapi keluarga nya memaksa untuk pergi dan mengejar cita-citanya.
Setelah berada di rumah
budenya, dia merasa betah tinggal disana . tetapi lambat laun keluarga budenya
berubah, yang awalnya baik ternyata
sekarang tidak lagi , dan dia merasa tertekan selama 3 tahun. Batin nya merasa tertekan dan bahkan fisik nya berubah sangat kurus ,
setelah lulus barulah ibu nya menjemputnya untuk melanjutkan diperguruan
tinggi. saat dia dijemput ibunya berat rasanya meninggalkan neneknya sendiri dirumah. tetapi lagi-lagi keadaan yg
memaksanya. ia mengira hanya kuliah saja dan dirawat ibunya saja . ternyata
ibunya meninggalkannya dan justru malah ia lah yang merawat adik tiri nya.
hanya dibesarkan oleh uang ya, kata itu yg sempat muncul dari fikirannya ,
sebenarnya ia ingin bisa merasakan bagaimana dirawat oleh ibu . tetapi jika
ibunya disini siapa yg membiayai nya untuk kuliah . dengan berbekal pengalaman
waktu ia kecil dan ajaran yang diberi neneknya alhamdulilah ia masih bertahan
sampai saat ini .
nice blog n sad ending on the story make me wanna cry :D,, I do like the style when you write the story..kept writing nice story again n again
BalasHapus