Rabu, 26 Oktober 2016



Tika, ibu menjauhinya …

Dia adalah Tika Destia Nindia. Dia dilahirkan di Tulang Bawang, Lampung Utara tanggal 14 Desember 20 tahun yang lalu. Sejak umur 4 tahun dia ditinggal pergi oleh ibunya. setiap hari ia dirawat dan dibesar kan oleh alm. ayah nya. ayah nya hanya lah bekerja sebagai seorang buruh di desa tempat mereka tinggal. Walaupun ayah nya lulusan SPG, ayahnya tak lama berprofesi sebagai guru, karena menjadi pada saat itu harus mengeluarkan uang yang lumayan besar. sejak saat itu ayah nya mengambil keputusan menjadi seorang buruh di sebuah PT sawit di daaerah tempat desa mereka. Ketika Tika berusia 8 tahun, ayah nya sudah mulai sakit parah. itu terjadi karena  beban kerja yg diluar batas kewajaran . hari demi hari sampai 6 bulan ayah nya sakit, ibu nya tidak pernah memberi kabar. hingga suatu hari saat Tika duduk dibangku kelas 1 SD dan sudah kenaikan kelas  Tika diberitahu bahwa ayahnya sudah tiada. waktu itu dia belum mengerti apa itu  KEMATIAN. dia hanya melihat ayahnya dibungkus kain putih dan disebelahnya terdapat neneknya yg menangis dan sampai pingsan . lalu ia ikut menangis dan dibawa kekamar sebelah dan saat itu ia diberi jeruk oleh buleknya, seketika dia menangis yah namanya juga anak kecil dikasih jeruk ya langsung diem.
            Ternyata sebelum ayahnya meninggal beliau sudah menyampaikan wasiat kepada nenenya , jagalah Tika dan jangan diberikan kepada ibunya , jika nenek sudah tidak bisa membiayai pendidikanya lalu hantarkan lah dia . setelah kejadian itu Tika tinggal bersama neneknya yg didesa dan otomatis rumah tempat tinggalnya dulu sudah kosong dan banyak menyimpan kenangan bersama ayahnya.
Neneknya adalah seorang buruh sama seperti ayahnya dulu . sejak tinggal bersama neneknya, ia diajarkan bagaimana mencuci piring, mencuci baju, masak dll . setelah lulus dari SD aku lanjut kejenjang SMP. aku berangkat SMP pada siang hari dan pada pagi harinya aku bekerja membantu nenek mengambil buah kelapa sawit yg sudh gugur ( brondol ). Dia bekerja  dari pukul 8 hingga 12  sebenarnya bukan hal yang wajar seorang  anak SMP membawa beban 1 karung sawit dan dalam sehari bisa puluhan kandi yang dipikulnya , jika musim panen sawit justru bertambah  banyak beban yang dia pikul tetapi semua itu bukan untuk siapa-siapa tetapi untuk dirinya sendiri dan biaya sekolah . karena ibunya tidak peduli dengan padanya.   jangan kan untuk biaya sekolah untuk  makan sehari-hariku bersama neneknya saja tidak diberi .  setelah 3 tahun berlalu tidak terasa dia sudah lulus SMP. Dia punya keinginan untuk melanjutkan SMA tapi dia berfikir, apakah mungkin dia bisa  melanjutkan untuk makan saja pas –pasan , dia terus bekerja dan bekerja sembari ada mukjizat yang datang padanya siapa tau ada orang yang  baik dan mau membiayai pendidikan nya. Tapi ya mustahil. saat temannya memakai seragam putih abu-abu dia lari kekamar dan menangis  tetapi buat apa dia menangis seperti ini , untuk bisa bertahan hidup saja dia sudah bersyukur . terkadang rasa malu itu pasti ada saat dia pulang dari  bekerja dengan pakaian yang kotor sambil membawa ember dan karung  dia berjalan sangat jauh untuk sampai kerumah di tengah jalan dia bertemu dengan temannya yang memakai seragam SMA . malu ya ungkapan itulah yg ada dihatinya tetapi dia tetap tersenyum meskipun temannya sudah mengetahui keadaan dirinya bagaimana . setiap malam yang dia lakukan hanyalah menangis dan menangis hingga suatu ketika saudaranya menelphone ku .
             Beliau mengajak nya untuk kerja yang tak jauh dari rumahnya dan anda tahu pekerjaan apa itu ?? dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga . dia berpikir dengan gaji yang lumayan  bisa dia kumpulkan untuk melanjutkan sekolah di tahun berikutnya  dengan berat hati dia meninggalkan neneknya dirumah . tega tidak tega harus dia lakukan demi masa depannya agar bisa sama seperti yg lain . 1 tahun sudah dia bekerja menjadi pembantu rumah tangga. Dia  pun pulang dan memberikan uang untuk nenek nya .  1 minggu kemudian nomor tak dikenal masuk di telepon genggam nya  ketika dia angkat ternyata ibunya . ibunya menawarkan Tika untuk sekolah dibangku SMA  tetapi dengan syarat dia tidak boleh  tinggal bersama keluarga dari ayahnya, tetapi tinggal bersama keluarga ibunya. Awalnya Tika tidak mau karena ia tidak mau meninggalkan neneknya . tetapi keluarga nya memaksa untuk pergi dan  mengejar cita-citanya.
Setelah berada di rumah budenya, dia merasa betah tinggal disana . tetapi lambat laun keluarga budenya berubah, yang  awalnya baik ternyata sekarang tidak lagi , dan dia merasa tertekan selama 3 tahun.  Batin nya merasa tertekan dan  bahkan fisik nya berubah sangat kurus , setelah lulus barulah ibu nya menjemputnya untuk melanjutkan diperguruan tinggi.  saat dia dijemput ibunya berat  rasanya meninggalkan neneknya sendiri  dirumah. tetapi lagi-lagi keadaan yg memaksanya. ia mengira hanya kuliah saja dan dirawat ibunya saja . ternyata ibunya meninggalkannya dan justru malah ia lah yang merawat adik tiri nya. hanya dibesarkan oleh uang ya, kata itu yg sempat muncul dari fikirannya , sebenarnya ia ingin bisa merasakan bagaimana dirawat oleh ibu . tetapi jika ibunya disini siapa yg membiayai nya untuk kuliah . dengan berbekal pengalaman waktu ia kecil dan ajaran yang diberi neneknya alhamdulilah ia masih bertahan sampai saat ini .

The Fruit Language NAS Daily in Peru

This video is "The Fruit Language" given by my lecturer  Mr. Budianto Hamuddin, M. Esl. as a task for Final Examination at 7th s...